Friday, December 14, 2012

Style Sanggul Rambut Sederhana



Hair Style


Bagi Anda yang memiliki rambut panjang mungkin kerap bingung dengan model yang itu-itu saja. Tidak perlu pergi ke salon untuk membuat rambut Anda menjadi lebih menarik dan gaya. Banyak cara untuk mengakalinya kok. Seperti jenis sanggul sederhana yang semakin beragam dengan cara yang singkat dan mudah.

French Twist

Model rambut ini bisa digunakan dalam acara formal ataupun santai. Caranya mudah saja, bagi rambut menjadi dua bagian. Jika Anda ingin tampilan yang lebih ber-volume, sasak tiap bagian sesuai tinggi yang diinginkan. Haluskan rambut bagian bawah dan tarik ke kenan lalu jepit. Tarik rambut bagian kanan dan gulung ke arah kiri kepala dan jepit. Tarik ke belakang bagian rambut yang telah disasak kemudian rapikan. Gunakan hairspray secukupnya. Anda dapat membiarkan poni jatuh secara natural. Tambahan aksesori rambut akan membuat tampilan menjadi lebih cantik dan anggun.



Casual Twist
Ikat setengah rambut Anda sampai membentuk sebuah gulungan. Ambil sisa rambut yang tergerai dan bungkus gulungan dengan sisa rambut hingga rapih. Jepit anak rambut yang keluar mengarah ke dalam dan gulung sampai menghasilkan bentuk yang diinginkan. Sangat penting untuk menyemprotkan hairspray agar rambut yang sudah digulung tidak berubah bentuk dalam jangka waktu yang lama.



Simple Twist
Belah rambut menjadi dua bagian, kiri lebih banyak dari kanan. Ikat rambut bagian kiri dengan karet tipis dan gulung ke atas dengan bentuk yang diinginkan. Putar dan kreasikan sesuai selera. Tarik sisa rambut dan gabungkan dengan bagian kiri yang sudah menyerupai sanggul kecil. Gunakan jepitan untuk merapihkan sisa-sisa rambut yang keluar.



Sweet Bun

Langkah awal yaitu dengan mengikat seluruh rambut dengan karet tipis, jangan ikat terlalu kencang. Ikat kembali menggunakan ikat rambut yang sangat tebal agar rambut dapat dikreasikan. Ambil rambut yang tergerai dan bentuklah sebuah bulatan yang sempurna (bun). Ikat dan jepit bagian pinggir bun sehingga anak rambut tidak keluar. Semprotkan hairspray secukupnya. 



Selamat mencoba ladies! 

Style Sanggul rambut sederhana


LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT SANGGUL SEDERHANA

Langkah 1: Tarik bagian pinggir kanan dan kiri rambut kamu. Silangkan dengan ikatan seperti mengikat tali sepatu. Jepit ikatan rambut yang kamu tarik tadi dengan rambut di bawahnya.

Langkah 2: Lakukan seperti kepang perancis, kamu akan mengambil tarikan rambut lagi dari sisi kanan dan kiri, dan untaikan ke luar ikatan. Lakukan hal yang sama di sisi yang lainnya. 

Langkah 3: Silangkan dan jepit bagian satu dengan yang lain seperti di langkah pertama tadi.  

Langkah 4: Lakukan hal yang sama seperti di langkah 2, yaitu ambil rambut kamu dari setiap sisi dan kaitkan pada rambut yang belum terikat di bawahnya. Kaitkan dan tariklah rambut kamu dengan sedikit kencang agar ikatan kuat. Lakukan proses ini terus hingga ke bagian bawah.  

Langkah 5: Setelah ikatan sampai pada tengkuk kamu, ambil sisa rambut kamu dan gulunglah dengan jari kamu, seperti menggulung rambut menggunakan rol. Setelah tegulung, keluarkan jari kamu dari gulungan rambut, dan jepit rambut kamu sampai semua rambut tergulung.  

Langkah 6: Gunakan hairspray agar bentuk rambut lebih kuat dan tidak berubah. Untuk mempercantik, tambahkan jepitan yang agak besar di rambut kamu.

Style sanggul Rambut sederhana



Membuat Sanggul Sendiri A la Side Chignon


Istilah Chignon populer dengan hal yang berhubungan dengan gaya rambut. Kata "Chignon" sendiri berasal dari istilah Prancis "Chignon du cou", yang berarti tengkuk. Sedangkan Chignon dalam bahasa Indonesia bisa berarti sanggul. Chignon umumnya dicapai dengan menggulung dan menjepit rambut menjadi simpul pada bagian belakang leher atau di belakang kepala, dengan berbagai variasi model.

Chignon sendiri sering kali dipakai untuk acara-acara khusus, seperti pesta pernikahan, dan juga pada persembahan tarian formal. Tapi pada perkembangannya Chignon atau sanggul sudah mulai digunakan untuk acara santai, bahkan kegiatan sehari-hari. Bentuknya yang cantik dan anggun, sangat diminati para wanita. Berikut beberapa langkah mudah membuat Side Chignon yang dapat Anda terapkan menjadi tatanan rambut yang menawan :

Peralatan yang Anda butuhkan:
  • Bobby pin / jepit rambut hitam.
  • Hair Spray (jika diperlukan).
Buat belahan rambut pada salah satu sisi dengan sisir. Terus pilin, dari samping melewati belakang kepala Anda pada bagian bawah dekat leher. Ketika pilinan sudah mencapai sisi berlawanan, berhenti tepat di belakang telinga di dekat leher. Kemudian gabungkan pilinan tadi dengan rambut yang tersisa yang belum dipilin. Pilin semua rambut bersama-sama lurus ke arah luar, kemudian buatlah gulungan kecil menyerupai donat keecil pada sisi tersebut. Gunakan jepit atau boby pin untuk mengamankan gulungan rambut.
Anda bisa menarik beberapa helai rambut untuk efek messy. Semprotkan hair spray untuk membuat side chignon Anda lebih awet.






Wednesday, December 12, 2012

lagu rohani



KARENA KITA
WE ARE THE REASON


G B Em
WAKTU KECIL KITA MERINDUKAN NATAL
Dm7 G7 C G B7
HADIAH YANG INDAH DAN MENAWAN
Em D Cmaj7
NAMUN TAK MENYADARI SEORANG BAYI T’LAH LAHIR
Am D
BAWA KESELAMATAN ‘TUK MANUSIA

REFF:
G Em Am
KARENA KITA DIA MENDERITA
D G
KARENA KITA DIA DISALIBKAN
Em Am
AGAR DUNIA YANG HILANG DISELAMATKAN
D7 G
DARI HUKUMAN KEKAL
G B Em
WAKTU PUN BERLALU DAN KITA PUN TAHU
Dm7 G7 C G B7
ANUGERAH YANG AJAIB DARI BAPA
Em D Cmaj7
YANG RELAKAN ANAK-NYA DISIKSA DAN DISALIBKAN
Am D
DI BUKIT KALVARI KAR’NA KASIH

Back to Reff

Eb Bb
T’LAH KUDAPATI ARTI KEHIDUPAN
Bbm Ab
TATKALA KUBUKAKAN HATIKU BAGI-NYA
Abm Eb Cm
DALAM UCAPANKU, DALAM SEGALANYA
F Bb E
KU INGIN MEMUJI DIA… PUJI DIA…


English Version :
AS LITTLE CHILDREN WE WERE DREAM’ OF CHRISTMAS MORN’
AND ALL THE GIFTS AND TOYS WE KNEW WE’D FIND
BUT WE NEVER REALISED, A BABY BORN ONE BLESSED NIGHT
GAVE US THE GREATEST GIFT OF OUR LIVES

CHORUS :
WE WERE THE REASON THAT HE GAVE HIS LIFE
WE WERE THE REASON THAT HE SUFFERED AND DIED
TO A WORLD THAT WAS LOST, HE GAVE ALL HE COULD GIVE
TO SHOW US A REASON TO LIVE
AS THE YEARS WENT BY, WE LEARNED MORE ABOVE GIFTS
AND GIVING OF OURSELVES AND WHAT THAT MEANS
IN A DARK AND CLOUDY DAY A MAN HUNG CRYING IN THE RAIN
BECAUSE OF LOVE, BECAUSE OF LOVE
AND …. (REPEAT CHORUS: ……)

I FINALLY FOUND THE REASON FOR LIVING
IT’S IN GIVING EVERY PART OF MY HEART TO HIM
IN ALL THAT I DO, EVERY WORD THAT I SAY
I’LL BE GIVING MY HEART JUST FOR HIM, …..FOR HIM
AND WE ARE THE REASON THAT HE GAVE HIS LIFE
WE ARE THE REASON THAT HE SUFFERED AND DIED
TO A WORLD THAT WAS LOST, HE GAVE ALL HE COULD GIVE
TO SHOW US THE REASON TO LIVE
HE IS MY REASON TO LIVE

Tuesday, December 11, 2012

Bakteriofage


BAKTERIOFAG DAN APLIKASI BAKTERI
DALAM BIDANG KEDOKTERAN DAN PERTANIAN


Bakteriofag atau dalam bahasa latinnya bacteriophage berasal dari dua kata yaitu Bacterion= batang kecil, bakteri dan phagein= memakan, sehingga dapat di simpulkan Bakteriofag adalah suatu jenis virus yang dapat menginfeksi atau menyerang bahkan menghancurkan bakteri dan hanya dapat bereproduksi di dalam sel bakteri, bentuknya seperti huruf T. Tubuh bakteriofag tersusun atas kepala, ekor, dan serabut ekor.
·       Kepala berbentuk segi delapan yang di dalamnya mengandung inti. Dari kepala muncul selubung memanjang (tubus) yang disebut ekor. 
·       Ekor berfungsi sebagai alat penginfeksi. Pada bagian ujung ekor terdapat serabut ekor.
·       Ujung pada serabut ekor berfungsi sebagai penerima rangsangan (reseptor). 


Bagian kepala dan ekor memiliki selubung yang disebut kapsid. Selubung atau kapsid tersusun atas molekul-molekul protein. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut Kapsome. Bagian yang aktif menyerang bakteri adalah asam nukleat  virus (DNA-virus), sedangkan mantel proteinnya ditinggalkan di luar sel inangnya. Adapun daur hidup virus ini dapat dilihat pada gambar dibawah :



Bakteriofag adalah virus yang sel inangnya berupa bakteri. Dengan daur hidupnya yang bersifat litik atau lisogenik bakteriofag dapat digunakan sebagai vektor kloning pada sel inang bakteri. Ada beberapa macam bakteriofag yang biasa digunakan sebagai vektor kloning. Dua di antaranya akan dijelaskan berikut ini.
Bakteriofag l
Bakteriofag atau fag l merupakan virus kompleks yang menginfeksi bakteri E. coli. Berkat pengetahuan yang memadai tentang fag ini, kita dapat memanfaatkannya sebagai vektor kloning semenjak masa-masa awal perkembangan rekayasa genetika. DNA l yang diisolasi dari partikel fag ini mempunyai konformasi linier untai ganda dengan panjang 48,5 kb. Namun, masing-masing ujung fosfatnya berupa untai tunggal sepanjang 12 pb yang komplementer satu sama lain sehingga memungkinkan DNA l untuk berubah konformasinya menjadi sirkuler. Dalam bentuk sirkuler, tempat bergabungnya kedua untai tunggal sepanjang 12 pb tersebut dinamakan kos.
Seluruh urutan basa DNA l telah diketahui. Secara alami terdapat lebih dari satu tempat pengenalan restriksi untuk setiap enzim restriksi yang biasa digunakan. Oleh karena itu, DNA l tipe alami tidak cocok untuk digunakan sebagai vektor kloning. Akan tetapi, saat ini telah banyak dikonstruksi derivat-derivat DNA l yang memenuhi syarat sebagai vektor kloning. Ada dua macam vektor kloning yang berasal dari DNA l, yaitu
·      vektor insersional, yang dengan mudah dapat disisipi oleh fragmen DNA asing,
·      vektor substitusi, yang untuk membawa fragmen DNA asing harus membuang sebagian atau seluruh urutan basanya yang terdapat di daerah nonesensial dan menggantinya dengan urutan basa fragmen DNA asing tersebut.
Di antara kedua macam vektor l tersebut, vektor substitusi lebih banyak digunakan karena kemampuannya untuk membawa fragmen DNA asing hingga 23 kb. Salah satu contohnya adalah vektor WES, yang mempunyai mutasi pada tiga gen esensial, yaitu gen W, E, dan S. Vektor ini hanya dapat digunakan pada sel inang yang dapat menekan mutasi tersebut.
Cara substitusi fragmen DNA asing pada daerah nonesensial membutuhkan dua tempat pengenalan restriksi untuk setiap enzim restriksi. Jika suatu enzim restrisksi memotong daerah nonesensial di dua tempat berbeda, maka segmen DNA l di antara kedua tempat tersebut akan dibuang untuk selanjutnya digantikan oleh fragmen DNA asing. Jika pembuangan segmen DNA l tidak diikuti oleh substitusi fragmen DNA asing, maka akan terjadi religasi vektor DNA l yang kehilangan sebagian segmen pada daerah nonesensial. Vektor religasi semacam ini tidak akan mampu bertahan di dalam sel inang. Dengan demikian, ada suatu mekanisme seleksi automatis yang dapat membedakan antara sel inang dengan vektor rekombinan dan sel inang dengan vektor religasi.
Bakteriofag l mempunyai dua fase daur hidup, yaitu fase litik dan fase lisogenik. Pada fase litik, transfeksi sel inang (istilah transformasi untuk DNA fag) dimulai dengan masuknya DNA l yang berubah konformasinya menjadi sirkuler dan mengalami replikasi secara independen atau tidak bergantung kepada kromosom sel inang. Setelah replikasi menghasilkan sejumlah salinan DNA l sirkuler, masing-masing DNA ini akan melakukan transkripsi dan translasi membentuk protein kapsid (kepala). Selanjutnya, tiap DNA akan dikemas (packaged) dalam kapsid sehingga dihasilkan partikel l baru yang akan keluar dari sel inang untuk menginfeksi sel inang lainnya. Sementara itu, pada fase lisogenik DNA l akan terintegrasi ke dalam kromosom sel inang sehingga replikasinya bergantung kepada kromosom sel inang. Fase lisogenik tidak menimbulkan lisis pada sel inang.
Di dalam medium kultur, sel inang yang mengalami lisis akan membentuk plak (plaque) berupa daerah bening di antara koloni-koloni sel inang yang tumbuh. Oleh karena itu, seleksi vektor rekombinan dapat dilakukan dengan melihat terbentuknya plak tersebut.
Bakteriofag M13
Ada jenis bakteriofag lainnya yang dapat menginfeksi E. coli. Berbeda dengan l yang mempunyai struktur ikosahedral berekor, fag jenis kedua ini mempunyai struktur berupa filamen. Contoh yang paling penting adalah M13, yang mempunyai genom berupa untai tunggal DNA sirkuler sepanjang 6.408 basa. Infeksinya pada sel inang berlangsung melalui pili, suatu penonjolan pada permukaan sitoplasma.
Ketika berada di dalam sel inang genom M13 berubah menjadi untai ganda sirkuler yang dengan cepat akan bereplikasi menghasilkan sekitar 100 salinan. Salinan-salinan ini membentuk untai tunggal sirkuler baru yang kemudian bergerak ke permukaan sel inang. Dengan cara seperti ini DNA M13 akan terselubungi oleh membran dan keluar dari sel inang menjadi partikel fag yang infektif tanpa menyebabkan lisis. Oleh karena fag M13 terselubungi dengan cara pembentukan kuncup pada membran sel inang, maka tidak ada batas ukuran DNA asing yang dapat disisipkan kepadanya. Inilah salah satu keuntungan penggunaan M13 sebagai vektor kloning bila dibandingkan dengan plasmid dan l. Keuntungan lainnya adalah bahwa M13 dapat digunakan untuk sekuensing (penentuan urutan basa) DNA dan mutagenesis tapak terarah (site directed mutagenesis) karena untai tunggal DNA M13 dapat dijadikan cetakan (templat) di dalam kedua proses tersebut.
Meskipun demikian, M13 hanya mempunyai sedikit sekali daerah pada DNAnya yang dapat disisipi oleh DNA asing. Di samping itu, tempat pengenalan restriksinya pun sangat sedikit. Namun, sejumlah derivat M13 telah dikonstruksi untuk mengatasi masalah tersebut.



APLIKASI BAKTERI DALAM BIDANG KEDOKTERAN DAN PERTANIAN

Aplikasi bakteri dalam berbagai aspek kehidupan tidak terlepas dari pemanfaatan bioteknogi. Bioteknologi adalah suatu cara manusia untuk menghasilkan suatu produk atau jasa menggunakan makhluk hidup atau bagiannya. Pemanfaatan mikroorganisme untuk mengubah bahan baku menjadi suatu produk atau jasa merupakan salah satu contoh penerapan bioteknologi. Mikroorganisme atau mikroba adalah makhluk hidup satu sel yang tidak dapat dilihat secara kasat mata, dapat berupa bakteri, jamur, atau alga satu sel.
Bidang Kesehatan
Di bidang kesehatan, peranan bakteri mealui bioteknologi dapat dimanfaatkan dalam pembuatan obat-obatan, antara lain antibiotik dan vaksin. Antibiotik adalah suatu zat yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme, khusunya bakteri. Antibiotik dihasilkan oleh mikroorganisme, yaitu bakteri dan jamur.
Sampai sekarang, telah dikenal sekitar 100 macam antibiotik. Jenis antibiotik yang sudah dikenal, diantaranya adalah penicilin, streptomisin, tetrasiklin, aeromisin, kioromisetin, amfisin, dan sefalosporin. Penicilin dihasilkan oleh jamur Penicilin notatum. Antibiotik ini ditemukan oleh Alexander Fleming tahun 1928. Demikian juga antibiotik streptomisin, dihasilkan oleh jamur Streptomyces griceus. Sementara itu, antibiotik seperti tetrasiklin dan sefalosporin dihasilkan oleh bakteri.
Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:
• Bacillus brevis, menghasilkan terotrisin 
• Bacillus subtilis, menghasilkan basitrasin 
• Bacillus polymyxa, menghasilkan polimixin
Bakteri umumnya merupakan penyebab penyakit. Tetapi tidak demikian dengan bakteri baik yang disebut probiotik. Seperti namanya, dia menghasilkan antibiotika alami yang membantu keutuhan mukosa usus. Selain itu, probiotik dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu proses metabolisme dalam usus.
Yoghurt (susu fermentasi) mengandung bakteri asam laktat yang dapat meningkatkan kerja enzim galaktosidase sehingga memudahkan pencernaan laktosa dalam usus dan meningkatkan kualitas nutrisi. Bakteri ini juga diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Bakteri baik adalah bakteri yang menghasilkan asam laktat, terutama dari golongan Lactobacilli dan Bifidobacteria (jenis bakteri yang dapat menekan pertumbuhan bakteri jahat). Probiotik mengandung sejumlah besar sel hidup dan dapat melakukan metabolisme dalam usus.

Bidang Pertanian
Dalam bidang pertanian bakteri berperan dalam proses degradasi jasad makhluk hidup. Beberapa jenis bakteri, terutama bakteri heterotrof, mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.
Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia, dimulai dari jaringan-jaringan otot. Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. Selanjutnya, asam amino akan diubah menjadi asam asetat, gas hidrogen, gas nitrogen, dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Pada tahap akhir, semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.

Jenis-jenis Mikroorganisme yang Dimanfaatkan untuk Meningkatkan Produk Pangan
No.
Bahan Pangan
Mikroorganisme
Golongan
Produk
1
Susu
Lactobacillus bulgaricus
Streptococcus termophillus
Streptococcus lactis
Panicillium requiforti
Propioni bacterium
Lactobacillus casei
Bakteri
Bakteri
Bakteri
Jamur
Bakteri
Bakteri
Yoghurt
Yoghurt
Mentega
Keju
Keju Swiss
Susu asam
2
Kedelai
Rhizopus oligosporus
Rhizopus stoloniferus
Rhizopus oryzae
Aspergillus oryzae
Jamur
Jamur
Jamur
Jamur
Tempe
Tempe
Tempe
Kecap
3
Kacang tanah
Neurospora sitophyla
Jamur
Oncom
4
Beras
Saccharomyces cereviseae
Endomycopsis fibulegera
Jamur
Jamur
Tape Ketan
5
Singkong
Saccharomyces elipsoides
Endomycopsis fibulegera
Jamur
Jamur
Tape singkong
6
Air kelapa
Acetobacter xylinum
Bakteri
Nata de coco
7
Tepung gandum
Saccharomyces elipsoides
Jamur
Roti
8
Kubis
Enterobacter sp.
Bakteri
Asinan
9
Padi-padian atau umbi-umbian
Saccharomyces cereviseae
Saccharomyces caelsbergensis
Jamur
Minuman beralkohol
10
Mikroorganisme
Spirulina
Chlorella
Alga bersel satu
Protein sel tunggal



Monday, December 10, 2012

BAKTERI


TUGAS BAKTERIOLOGI

PERANAN BAKTERI DALAM BIDANG KESEHATAN DAN PERTANIAN

Peranan Bakteri dalam bidang kesehatan
Dalam bidang kesehatan, peranan bakteri tidak terlepas dari peranan bioteknolgi. Bakteri dapat dimanfaatkan dalam pembuatan obat-obatan, antara lain antibiotik dan vaksin. Antibiotik adalah suatu zat yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme, khusunya bakteri. Antibiotik dihasilkan oleh mikroorganisme, yaitu bakteri dan jamur.
Sampai sekarang, telah dikenal sekitar 100 macam antibiotik. Jenis antibiotik yang sudah dikenal, diantaranya adalah penicilin, streptomisin, tetrasiklin, aeromisin, kioromisetin, amfisin, dan sefalosporin. Penicilin dihasilkan oleh jamur Penicilin notatum. Antibiotik ini ditemukan oleh Alexander Fleming tahun 1928. Demikian juga antibiotik streptomisin, dihasilkan oleh jamur Streptomyces griceus. Sementara itu, antibiotik seperti tetrasiklin dan sefalosporin dihasilkan oleh bakteri.
Penghasil antibiotic lainnya contohnya adalah Bacillus polymyxa yaitu penghasil antibiotik polimiksin B untuk pengobatan infeksi bakteri gram negatif, Bacillus subtilis penghasil antibioti untuk pengobatan infeksi bakteri gram positif. Streptomyces griseus penghasil antibiotik streptomisin untuk pengobatan bakteri gram negatif termasuk bakteri penyebab TBC dan Streptomyces rimosus penghasil antibiotik terasiklin untuk berbagai bakteri.
Selain itu penelitian rekayasa genetika dalam bidang kedokteran yaitu dihasilkannya obat-obatan dan produk kimia bermanfaat yang disintesis oleh bakteri, misalnya enzim, vitamin dan hormon.

Peranan Bakteri dalam bidang pertanian
Dalam bidang pertanian, mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan kesuburan tanah melalui fiksasi N2, siklus nutrien, dan peternakan hewan. Nitrogen bebas merupakan komponen terbesar udara. Unsur ini hanya dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat dan pengambilan khususnya melalui akar. Pembentukan nitrat dari nitrogen ini dapat terjadi karena adanya mikroorganisme. Penyusunan nitrat dilakukan secara bertahap oleh beberapa genus bakteri secara sinergetik.
Selain itu, mikroorganisme ini juga dapat digunakan sebagai agen pembusuk alami, yang akan mendekomposisi sampah-sampah organik menjadi materi inorganik sehingga dapat mengurangi kuantitas sampah, menyuburkan tanah dan dapat menjadi sumber nutrisi bagi tumbuhan (Anonim a, 2006). Seorang peneliti dari Amerika Serikat yaitu Waksman telah menemukan mikroorganisme tanah yang menghasilkan streptomisin, yaitu bakteri Streptomyces.
Peran lain mikroba dalam bidang pertanian antara lain dalam teknologi kompos bioaktif dan dalam hal penyediaan dan penyerapan unsur hara bagi tanaman (biofertilizer). Kompos bioaktif adalah kompos yang diproduksi dengan bantuan mikroba lignoslulotik unggul yang tetap bertahan di dalam kompos dan berperan sebagai agensia hayati pengendali penyakit tanaman. Teknologi kompos bioaktif ini menggunakan mikroba biodekomposer yang mampu mempercepat proses pengomposan dari beberapa bulan menjadi beberapa minggu saja. Mikroba akan tetap hidup dan aktif di dalam kompos, dan ketika kompos tersebut diberikan ke tanah, mikkroba akan berperan untuk mengendalikan organisme.
Dalam hal penyediaan dan penyerapan unsur hara bagi tanaman(biofertilizer), aktivitas mikroba diperlukan untuk menjaga ketersediaan tiga unsur hara yang penting bagi tanaman antara lain, Nitrogen (N), fosfat (P), dan kalim (K). Kurang lebih 74% kandungan udara adalah N. Namun, N udara tersebut harus ditambat oleh mikroba dan diubah bentuknya terlebih dahulu agar bisa langsung dimanfaatkan oleh tanaman. Mikroba penambat N ada yang hidup bebas dan ada pula yang bersimbiosis. Mikroba penambat N simbiotik antara lain : Rhizobium sp yang hidup di dalam bintil akar tanaman kacang-kacangan (leguminose ). Mikroba penambat N non-simbiotik misalnya: Azospirillum sp dan Azotobacter sp. Mikroba penambat N simbiotik hanya bisa digunakan untuk tanaman leguminose saja, sedangkan mikroba penambat N non-simbiotik dapat digunakan untuk semua jenis tanaman.
Mikroba tanah lain yang berperan dalam penyediaan unsur hara adalah mkroba pelarut unsur fosfat (P) dan kalium (K). Kandungan P yang cukup tinggi (jenuh) pada tanah pertanian kita, sedikit sekali yang dapat digunakan oleh tanaman karena terikat pada mineral liat tanah. Di sinilah peran mikroba pelarut P yang melepaskan ikatan P dari mineral liat dan menyediakannya bagi tanaman. Banyak sekali mikroba yang mampu melarutkan P, antara lain: Aspergillus sp, Penicillium sp, Pseudomonas sp dan Bacillus megatherium. Mikroba yang berkemampuan tinggi melarutkan P, umumnya juga berkemampuan tinggi dalam melarutkan K.
Mikroba sebagai agen biokontrol. Mikroba yang dapat mengendalikan hama tanaman antara lain: Bacillus thurigiensis (BT), Bauveria bassiana , Paecilomyces fumosoroseus, dan Metharizium anisopliae . Mikroba ini mampu menyerang dan membunuh berbagai serangga hama. Mikroba yang dapat mengendalikan penyakit tanaman misalnya: Trichoderma sp yang mampu mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh Gonoderma sp, JAP (jamur akar putih), dan Phytoptora sp. Beberapa biokontrol yang tersedia di pasaran antara lain: Greemi-G, Bio-Meteor, NirAma, Marfu-P dan Hamago.

BAKTERI Pasteuria penetrans
Bakteri Pasteuria penetrans sangat potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu komponen pengendalian nematoda pada tanaman lada. Pengendalian hayati ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan pestisida kimia (nematisida) yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Penyakit kuning merupakan salah satu kendala produksi lada di Bangka-Belitung dan Kalimantan. Penyakit tersebut disebabkan oleh nematoda parasit terutama Radopholus similis dan Meloidogyne incognita. Akibat serangan nematoda tersebut, pertumbuhan tanaman menjadi terhambat serta warna daun dan dahan menjadi kuning. Daun-daun yang menguning tidak menjadi layu, tetapi tergantung kaku dan sangat rapuh sehingga secara bertahap akan gugur. Untuk mengendalikan penyakit kuning, para petani lada biasanya menggunakan bahan kimia. Namun, penggunaan bahan kimia secara terus menerus dapat mencemari lingkungan, menimbulkan resurjensi dan resistensi nematoda serta terbunuhnya musuh-musuh alami yang mempunyai peranan dalam menjaga keseimbangan hayati.
Proses :
Nematoda parasit dapat dikendalikan dengan menggunakan agen hayati yang merupakan musuh alaminya, misalnya bakteri Pasteuria penetrans. Bakteri ini tersebar luas di berbagai daerah serta dapat bertahan hidup lama di dalam tanah karena mampu membentuk spora yang tahan terhadap kekeringan dan input pertanian. Dilaporkan bahwa P. penetrans mampu menekan populasi M. incognita pada tanaman tembakau, kacang tanah, dan tomat.
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat telah membuat tiga macam formula P. penetrans yaitu formula kapsul, pelet, dan kompos. Ketiga formula tersebut telah diuji di laboratorium, rumah kaca maupun di lapang. Hasil pengujian lapang selama 2 tahun di kebun lada petani di Bangka membuktikan bahwa bakteri tersebut mampu menekan populasi nematoda dan perkembangan penyakit kuning serta meningkatkan produktivitas tanaman lada yang terserang nematoda. Kombinasi penggunaan P. penetrans dengan kapur pertanian memberikan hasil yang terbaik.
Untuk formulasi kapsul, tepung akar tomat yang sudah dikeringkan dan disaring dengan cara tersebut di atas, dimasukkan ke dalam kapsul. Setiap kapsul berisi 0,25 g tepung akar.
Untuk pembuatan formulasi pelet, diperlukan bahan pembawa berupa dedak, tepung tapioka, dan tepung terigu. Tepung tapioka dan te pung terigu disaring dengan saringan 200 mesh. Tepung tapioka dimasukkan ke dalam air panas (80 o C) dan diaduk sampai merata. Bahan-bahan lainnya dimasukkan satu demi satu sambil diremas-remas sampai merata. Adonan yang sudah tercampur merata kemudian digiling dengan menggunakan penggiling daging. Hasil gilingan dipotong-potong sepanjang lebih kurang 0,5 cm, kemudian dijemur sampai kering.
Untuk pembuatan formulasi kompos diperlukan sekam bakar, humus bambu, kitin, dan cacahan akar tomat yang sudah mengandung spora P. penetrans masing-masing dengan perbandingan 2:1:0,25:1.

BAKTERI Rhizobium leguminosarium
Bakteri Rhizobium sp. adalah salah satu kelompok bakteri yang berkemampuan sebagai penyedia hara bagi tanaman.  Bakteri Rhizobium sp. mempunyai peranan terhadap pertumbuhan tanaman khususnya berkaitan dengan masalah ketersediaan nitrogen bagi tanaman inangnya. Pada tanaman legum, Rhizobium sp. mampu mencukupi 80% kebutuhan nitrogen tanaman legum dan meningkatkan produksi antara 10% - 25%. Tanggapan tanaman sangat bervariasi tergantung pada kondisi tanah dan efektivitas populasi asli.
Proses:
Bila bersimbiosis dengan tanaman legum, kelompok bakteri ini akan menginfeksi akar tanaman dan membentuk bintil akar di dalamnya. Akar tanaman tersebut menyediakan karbohidrat dan senyawa lain bagi bakteri melalui kemampuannya mengikat nitrogen bagi akar. Jika bakteri dipisahkan dari inangnya (akar), maka tidak dapat mengikat nitrogen sama sekali atau hanya dapat mengikat nitrogen sedikit sekali. Bintil-bintil akar melepaskan senyawa nitrogen organik ke dalam tanah tempat tanaman polong hidup. Dengan demikian terjadi penambahan nitrogen yang dapat menambah kesuburan tanah.